Kobarkanlah selalu merah gairah hidupmu, seumpama api cinta di tungku hatinya kian membara meski rinai gerimis bahkan derai hujan air mata tak jarang mengguyurnya kala malam pun siang.
Kaburkanlah selama-lamanya kabut-kabut durja di langit hatimu, agar tak terhalang mata batinku memandang segala pesona di hamparannya.
Kabirkanlah selalu Dia dan segala Ke-MahaanNya yang tiada sesuatu pun menandinginya.
Kabarkanlah selalu pada dunia dan segala isinya, tentang pelita penyirna gulita hati yang harus senantiasa dinyalakan saban waktu, yaitu berpikir dan berdzikir selama nafasmu belum terhenti di titik akhir, yakni kematian.
Created by: Em Je on Sunday, October 16, 2011 at 8:13pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar