Sabtu, 03 November 2012

Sekuncup Senyum di Sabtu yang Basah

Bermekarlah sudah bunga di jiwa
merekahlah sudah sekuncup senyum di Sabtu yang basah
bermandi hujan kebahagiaan

Semoga rinai cinta-Mu tak henti mengalir
membasuh dan membasahi barisan hariku
yang sekian lama kerontang dilumat kemarau

Amiiiin...Ya Allah Ya Robbal Alamiiiiiin...

Ciputat, 03 November 2012

Jumat, 02 November 2012

Rabu, 04 April 2012

Sebait Do'a Kulangitkan di Hari Lahirmu



Jantung waktu yang tak henti berdetak, mengiringi denyut jantungmu mengalirkan merah darah perjuangan ke seluruh tubuh dunia. Hingga terselamatkan nyawamu dan nyawa-nyawa para kesatria yang setia mengayuh langkahnya di sepanjang alur Tuhan.

Dan kau pun tak goyah, ketika godaan duniawi melambai-lambai seiring dedaun asamu yang sesekali terjambak topan keputus-asaan. Karena, lagi-lagi ketangguhan yang melekat pada sekerat hatimu, berhasil merekatkan kuat puing demi puing tekad dan niat dalam bening cawan impian.

Lalu kau pun tak lupa menabur bebiji syukur di atas pelataran keridhoan-Nya. Hingga tumbuh dan bermekaran nuansa kembang kemenangan. Meski sesekali aroma durja menyeruak, sesakkan dadamu. Namun, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang hingga detik ini masih memberimu sebentuk rupawan jasad berbalut ruh yang teduh.

Dan aku —seseorang yang menginginkan kau hidup kekal bersamaku hingga di keabadian— belumlah sanggup tuk mempersembahkan padamu sebentuk kado mewah yang teranyam dari gelimang rupiah. Kendati demikian, dengan tanpa maksud mengurangi rasa bahagiamu di hari lahirmu ini, ku ingin melangitkan sebait do’a dan harapan kepada Dia Yang Maha Rahim dan Maha Rahman:

“ Ilahi, di hari lahirnya ini, hamba bermohon sepenuh harap pada-Mu, limpahkanlah senantiasa segala nuansa aroma bunga nirwana di setiap hela nafas, sepanjang hayatnya. Agar paru-paru lahir-batinnya senantiasa terpelihara dari segala polusi yang coba berlabuh, perkeruh hidupnya”.

Dan kepada-Mu pula lah hamba mendamba sepenuh asa:

“Ya Robbi, bentangkankanlah selalu untuknya, segala kemudahan dalam menyusuri jalanan hidup yang berliku menuju satu tempat bernama ‘maqom keridhoan-Mu’. Agar senantiasa mata dan hatinya mudah menggerimiskan bulir-bulir syair syukur. Hingga hari-harinya senantiasa merekah indah. Bersolek molek kuntum-kuntum senyum kebahagiaan, saban zaman.

Amiiin ya Allah ya Robbal alamin…”


Created by: Em Je on Friday, March 3, 2012 at 8:39pm

Awal Maret 2012


Awal Maret basah
bersimbah rinai kedamaian
yang berderai usai Februari melambai
dan menggerimiskan tangis haru perpisahan
namun tetap memancar rona mawar yang merekah terkecup hujan


Created by: Em Je on Wednesday, February 29, 2012 at 11:07pm

Lelaki Berhati Embun

Bertabur syukur kututur segala indah anugerah
yang Engkau hamparkan di kanvas takdir
warna-warni dunia silaukan pikir
tak mudah memilah mana maslahat mana mudharat
tak jarang seseorang harus lebih dulu sebrangi lautan dosa
tuk menepi di daratan keridhoan-Mu

Dan aku adalah pelayar dungu yang kerap tenggelam di palung durja
bersebab tak pandai membaca cuaca hati sendiri
berulang-ulang gamang menghadang batin
bergulung-gulung bingung mengungkung nurani
gerimis dan hujan kujadikan sebagai karib yang tulus
padamkan tumpukan bara  lara di tungku kalbu
namun adakalanya kobaran nestapa itu tak padam dicumbu hujan

Sampai datang suatu petang dengan rona bahagia di kelopak senyumnya
membawa sesosok pemuda bermata telaga
dimana setiap mataku mencuri tatap di balik bilik retina bulan
di sana jiwaku bak beriak dalam bening hatinya
siapakah dia sesungguhnya?
mengapa dia selalu mengembun di daun hatiku?
siapa pun dia adanya, ingin rasanya kusebut dia Lelaki Berhati Embun
yang selalu ada di antara rimbun rasaku

Created by: Em Je on Wednesday, 8 February 2012 at 00:13 ·

Terlahir Kembali


Aku terlahir kembali
di dunia yang lebih merona
dimana bebunga impian
kian meranum, menghias zaman

Created by: Em Je on Friday, 3 February 2012 at 11:55 ·

Kembali Kumulai Awal

Berulang kali kumulai awal
kuselip harap di setiap lipat waktu
seribu angan kulambungkan di ketinggian
selaksa ingin berserak di benak
namun,
dalam sadarku begitu serakah kutelan waktu
dimana rupiah kerap kukunyah di sembarang arah
sementara keningku kadang terlupa menyentuh wajah-Nya
dan semakin menjauh segalaku dari Muara
bak gelandangan jalanan lusuhnya akhlakku
kurindu "make over" kembali wajah hati
agar kembali merona
karena itu,
ku ingin kembali memulai awal yang putih
mulai malam ini
malam yang berlinang sesal
juga hasrat tuk kuikrarkan "taubat"
astaghfirullah al-azhim wa atubu ilaik, ya Ghoffar adz-dzunubi...

Created by:  Em Je on Friday, 3 February 2012 at 00:08 ·