Tak terasa
sabit-sabit
waktu yang menumbuhkan musim semi
di
kalbu kita
tlah
membuahkan dua puluh enam lingkaran bercahaya
yang
di dalamnya kita mengayuh langkah
meniti
koridor Surga
susuri
hamparan gurun impian
nan
hijau membentang
lewati
padang angan yang merekah
dimandikan
gerimis tangis doa
hingga
bermekar tiap helai kelopak rasa
yang
menguncup di pucuk pilu
ketika
kemarau menerpa hati
dan,
yang
tersisa hanyalah kerontang jiwa
namun,
sebelum
kebencian bertunas
di
dasar nurani
dan
segenap cinta meranggas, layu
alangkah
indahnya, bila kita
sebisa
mungkin menghalau beribu ranjau
yang
sanggup merenggut harmoni
yang
tercipta di antara kita
hamparkan
selendang jarak
pada
segala jenis benalu
yang
berpotensi mencipta kemelut
yang
berujung mautnya romansa
yang
kita inginkan hayat, selamanya...
Created by: Em Je Belle
Linden on Tuesday, March 5, 2013 at 9:04pm ·