Tiga puluh tahun yang lalu
tangis
pertamamu pecah
membelah
segala ketegangan
yang
membatu
di
hati para penanti
hadirmu
di alam baru
Beribu
kalbu kuyup
terkecup
rinai gerimis haru
selaksa
bunga kebahagiaan merona
menitikkan
aura surgawi
di
tiap wajah hati orang-orang yang
mendamba
adamu di dunia bergelimang kasih-sayang
Hujan
doa tumpah ruah
mengaliri
jiwa baru yang terlahir suci
gelegar
tahmid menyambar-nyambar kelopak bibir orang-orang yang
menyaksikan
kelahiranmu
hingga
detik ini,
dimana
sesosok bayi laki-laki mungil yang
senyumnya
sehangat atmosfer pagi
kini
menjelma pemuda berjiwa selembut sutera
berpengharapan
seharum aroma mawar-mawar nirvana
kesabarannya
menyamudera
senantiasa
sejukkan setiap jiwa orang-orang yang mengenalnya
ketulusannya
mengembun
segarkan
dedaun hati
dan,
kesetiannya
kekal, abadi
tambat
di Pelabuhan Suci
membias
pada seutas Tali Kasih nan murni
di
atas satu-satunya hati
seorang
kekasih tak tahu diri
yang
tak jemu menghunjamkan sembilu
menggoreskan
pilu di kalbu
menggariskan
sayatan luka
di
hijau daun Linden nan suci, memukau
Ilahi...
di
hari lahirnya yang mulia ini
izinkan
hamba melangitkan setitik harapan:
semoga
dengan pertambahan usianya yang kini tertambat di angka tiga puluh,
pertumbuhan
kedewasaan dan keshalehannya kian utuh
seutuh
Cahaya Purnama-Purnama-Mu yang ingin kami rengkuh
bersama,
selamanya...
Amin..ya
Robbal alamin..
Created
by: Em Je
Belle Linden on Sunday, March 3, 2013 at 8:16pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar