Rabu, 04 April 2012

Lelaki Berhati Embun

Bertabur syukur kututur segala indah anugerah
yang Engkau hamparkan di kanvas takdir
warna-warni dunia silaukan pikir
tak mudah memilah mana maslahat mana mudharat
tak jarang seseorang harus lebih dulu sebrangi lautan dosa
tuk menepi di daratan keridhoan-Mu

Dan aku adalah pelayar dungu yang kerap tenggelam di palung durja
bersebab tak pandai membaca cuaca hati sendiri
berulang-ulang gamang menghadang batin
bergulung-gulung bingung mengungkung nurani
gerimis dan hujan kujadikan sebagai karib yang tulus
padamkan tumpukan bara  lara di tungku kalbu
namun adakalanya kobaran nestapa itu tak padam dicumbu hujan

Sampai datang suatu petang dengan rona bahagia di kelopak senyumnya
membawa sesosok pemuda bermata telaga
dimana setiap mataku mencuri tatap di balik bilik retina bulan
di sana jiwaku bak beriak dalam bening hatinya
siapakah dia sesungguhnya?
mengapa dia selalu mengembun di daun hatiku?
siapa pun dia adanya, ingin rasanya kusebut dia Lelaki Berhati Embun
yang selalu ada di antara rimbun rasaku

Created by: Em Je on Wednesday, 8 February 2012 at 00:13 ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar