Jantung waktu yang tak henti berdetak, mengiringi denyut jantungmu mengalirkan merah darah perjuangan ke seluruh tubuh dunia. Hingga terselamatkan nyawamu dan nyawa-nyawa para kesatria yang setia mengayuh langkahnya di sepanjang alur Tuhan.
Dan kau pun tak goyah, ketika godaan duniawi melambai-lambai seiring dedaun asamu yang sesekali terjambak topan keputus-asaan. Karena, lagi-lagi ketangguhan yang melekat pada sekerat hatimu, berhasil merekatkan kuat puing demi puing tekad dan niat dalam bening cawan impian.
Lalu kau pun tak lupa menabur bebiji syukur di atas pelataran keridhoan-Nya. Hingga tumbuh dan bermekaran nuansa kembang kemenangan. Meski sesekali aroma durja menyeruak, sesakkan dadamu. Namun, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang hingga detik ini masih memberimu sebentuk rupawan jasad berbalut ruh yang teduh.
Dan aku —seseorang yang menginginkan kau hidup kekal bersamaku hingga di keabadian— belumlah sanggup tuk mempersembahkan padamu sebentuk kado mewah yang teranyam dari gelimang rupiah. Kendati demikian, dengan tanpa maksud mengurangi rasa bahagiamu di hari lahirmu ini, ku ingin melangitkan sebait do’a dan harapan kepada Dia Yang Maha Rahim dan Maha Rahman:
“ Ilahi, di hari lahirnya ini, hamba bermohon sepenuh harap pada-Mu, limpahkanlah senantiasa segala nuansa aroma bunga nirwana di setiap hela nafas, sepanjang hayatnya. Agar paru-paru lahir-batinnya senantiasa terpelihara dari segala polusi yang coba berlabuh, perkeruh hidupnya”.
Dan kepada-Mu pula lah hamba mendamba sepenuh asa:
“Ya Robbi, bentangkankanlah selalu untuknya, segala kemudahan dalam menyusuri jalanan hidup yang berliku menuju satu tempat bernama ‘maqom keridhoan-Mu’. Agar senantiasa mata dan hatinya mudah menggerimiskan bulir-bulir syair syukur. Hingga hari-harinya senantiasa merekah indah. Bersolek molek kuntum-kuntum senyum kebahagiaan, saban zaman.
Amiiin ya Allah ya Robbal alamin…”
Created by: Em Je on Friday, March 3, 2012 at 8:39pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar