Aku tak pernah menyembunyikan rasa perasaanku dari hati kecilku yang paling jujur. Tiap kali hatiku merinaikan gerimis bahagia pun nestapa, ia selalu jujur menyampaikannya pada Semesta. Bila kau ingin kejujuran tentang segala isi hatiku, maka tanyakanlah pada hatiku, jangan bibirku, karena bibirku kadangkala memuntahkan dusta. Dan muntahan dustaku kerapkali torehkan bercak luka di hati siapapun yang terkena percikannya. Ramahlah pada hatiku bila kau ingin tahu tentang seisinya. Tak usah kau memaksa agar aku menyingkap segenap tabir rasaku pada waktu yang kau tentukan sendiri, biarlah kejujuran hatiku mengalir dengan derasnya tanpa tiupan angin pemaksaan. Suatu saat kau akan mengerti bahwa aku begini begitu, asalkan kau mau menunggu titah hatiku tanpa batas waktu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar