Teriknya suhu malam
memompa peluh di kedalaman tubuh alam
sungguh tak kuasa kelopak jiwa ini kukatupkan
bersama linangan keringat di sekujur lekukan angan
Sekelebat remang bayang bertandang
menawarkan secawan kesejukan
hawa gerah pun musnah punah
terlumat lipur hangat malaikat
Lembayung di mataku pun tenggelam
sebagaimana kegundahan ini padam
Semoga esok masih berkenan
Kau izinkan jantungku berdetak bersama tarian dedaunan
Di Bawah Keacuhan Rembulan,
Created by: Em Je on Sunday, June 26, 2011 at 2:32am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar