Entah sejak kapan magnet-magnet cinta
mulai menautkan hati kita berdua
tiba-tiba saja, lembutnya semilir angin waktu
hempaskan pikirku pada rupawan namamu, selalu
Tak kusangka, merah kuncup cinta di taman hati
kian hari kian mekar, merekah indah, berseri
lahirkan berjuta aroma semerbak, harum mewangi
manjakan paru-paru sanubari
Kurasakan di kedalaman jiwa
bunga-bunga cinta kian merona
mengalahkan pesona paras purnama
mengaburkan segala aura warna-warni jelita
Kau dan aku berpadu, bersatu menjadi kita
bernaung di bawah teduh payung asmara
berlindung di dalam megah singgasana cinta
bersenandung syahdu kidung rindu pelipur lara
sepanjang masa
Kau dan aku adalah kita, Cinta
hapuskan gulita dalam benderang cahya purnama
lalui badai dan gelombang yang membahana
bersama arungi samudra dengan perahul cinta, berdua
Dimana al-Qur’an adalah peta
tulus suci doa adalah nahkoda
hati adalah kompas jiwa, dan
Dia adalah muara tuk kita menuju surga-Nya
Taman Hati Beraroma Semerbak Bunga-Bunga Cinta
Created by: Em Je & Riyan El Jameel on Monday, June 13, 2011 at 7:00pm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar