Ketika buncahan dustamu mengucur, menghujani semesta maya, berjuta pujian pun deras berderai mengguyur jiwamu. Berjuta hati menitipkan kekaguman atas romansa semu persembahanmu. Dan berjuta mata terpana menyaksikan aksimu memerankan tokoh Arjuna.
Namun, sungguh sayang seribu sayang. Ketika kepalsuan segalamu terkelupas tuntas, sepertinya pementasan drama Imitasi Cinta, yang kau lakoni di pentas cyberspace, kan segera usai lebih awal. Sebelum keutuhan ceritanya benar-benar habis termainkan. Bersebab kau sebagai sang aktor amatiran, tak pandai menyembunyikan lapisan terdalam wajah nyatamu. Wajah yang terbalut topeng tebal setebal tembok China, duhai Buaya tua-renta. Buaya lusuh pemangsa wanita-wanita jelita.
Created by: Em Je on Friday, June 24, 2011 at 9:37am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar