Hening malam diam membungkam
jadikan benakku menghitam kelam
tertimbun reruntuhan tanya; tentangmu yang tak lagi bermalam
riuhkan istana jiwa nan sunyi mencekam
Benarkah ini malam minggu, duhai kekasihku?
tengah mimpikah aku?
tapi mengapa hanya ada pilu yang mencumbuku?
Benarkah aku merindu?
tengah gilakah aku?
tapi mengapa kalbu ini meragu?
Adakah di sana engkau baik-baik saja,
duhai pangeran hati?
mengapa tiada merpati terbang meninggi
hinggapi dahan sanubari?
dendangkan kidung rindu di puncak sepi
kidung yang kau cipta dari puing-puing imaji suci
kidung penyejuk telinga jiwa ini
Adakah di sana engkau terlupa,
duhai cinta
tentangku yang tengah dirundung nestapa
bersebab bentang dan rentang di pelupuk mata
masih jua menyekat raga kita?
akankah jiwamu pun turut kau bawa
pergi, entah kemana?
Tidakkah engkau tahu,
duhai sayang
betapa jiwaku kian gundah
kala sehari saja
kau tak datang, berziarah
kunjungi rumah hatiku
yang dulu kau hias indah, megah
di antara mewahnya deretan pemukiman hati lain
yang berdiri pongah
Kemanakah engkau berangkat
membawa sekerat kenang lezat?
yang dulu kita lahap bersama, sepenuh nikmat
Di manakah kini adamu
kau semayamkan?
aku di sini menanti hadirmu
datang, melebur kesunyian
Ciputat, 20 Maret 2011 (05.03 WIB)
Created by: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar