Begitu kencang angin rindu ini bertiup
menggiring pikirku
tergopoh melaju
menuju bayang sendu wajahmu
yang tertimbun halimun pilu
Tiada penawar mujarab, kecuali pertemuan
bagi dua hati nan gersang, kehausan
dicekik kemarau di musim penghujan
hujan salju kerinduan
yang rinainya tak jua berhenti berjatuhan
terlepas dari tangkai langit kesunyian
Bulir-bulir kangen ini
memandikan hati
menyemprotkan aroma wangi surgawi
segarkan sekujur jiwa yang terbanjiri
tetesan-tetesan liur mentari
Lagi-lagi aku merindu
di antara himpitan keraguan di kalbu
lagi-lagi kutemu oase di titik haru
usai risau itu melilit segalaku
Lantai Kerinduan, 1 Mei 2011
Created by: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar