setelah adamu kau tiadakan dari adaku
puing-puing gairah itu
kembali berpadu
selimuti kalbu
menyapu bersih pilu
yang sekian lama membelenggu
jernihkan belantara pikir berdebu
dalam kejapan waktu
Di luar dugaanku
bening tak lagi hiasi suasana jiwaku
bersebab hujaman tajam ucapmu
di bibir malam itu
memuncratkan darah hitam kepedihan
basah hatiku, bersimbah kepiluan
Kini...
di kaki malam yang terseok, melata
jiwa ini terendam luka menganga
turut pula aroma lara
sesaki dada
harumnya nafas mawar tak lagi kurasa
ternodai pedasnya
buncahan amarah merahmu
kau hunjamkan tajam, kejam
merobek bibir malam
Ciputat, 9 Desember 2010 (02.12 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar