ke arah manakah angin bertiup malam ini?
mengapa tak sedikitpun ia menoleh
menyapaku
membelai manja helai-helai heningku
mencumbu mesra sepiku
mendekap hangat ketermanguanku di sudut sunyiku
telah hilangkah aku dan segalaku
dalam ingatannya?
Duhai hening dan karib-karibnya
katakanlah padaku
mengapa tiba-tiba haluannya berbalik arah?
tak biasanya ia tak hadir
temani sendiriku
di kelamnya malam
tak biasanya ia tak datang
hampiri wajahku
menyelami senyumku, tawaku, juga tangisku
Duhai sunyi dan para sahabatnya
katakanlah padaku
apakah jerit melas ombak
belokkan haluan hembus kasihnya
ataukah bisikan manja bidadari pantai
palingkan nafas rindunya
Duhai senyap dan kerabat-kerabatnya
katakanlah padaku
apakah atau siapakah
yang buatnya berbalik arah?
jawablah!
ku mohon dengan sangat, jawablah!
ku ingin segera musnah
segenap gelisah yang berkecambah
jawablah!
ku mohon dengan sangat, jawablah!
ku mau lekas punah
segala gundah yang merambah
Duhai semua pendengar keluhku
katakanlah padaku
apakah hanya sementara
ia menghilang dari adaku
ataukah benar-benar ia akan berlalu, selamanya
tiadakan adanya dari adaku
jawablah!
ku mohon dengan sangat, jawablah!
tak ingin ku terlarut
dalam semunya penantian
jawablah!
ku mohon dengan sangat, jawablah!
tak sanggup ku terhanyut
dalam keruhnya samudera bimbang
Duhai semua saksi kegalauanku
ku mohon dengan sangat
tolonglah aku!
tolong sampaikan padanya
yang kini tlah berbalik arah
andai ia hanya berhijrah sejenak waktu
dari kebiasaannya membelai heningku
kan kupelihara setiaku
sampai tiba saatnya
ia berpulang ke pelukku
namun, pabila ia kan berlalu selamanya
kan senantiasa kutancapkan
tegar dan sabar di dada
restui kehendaknya dan kehendakNya
kan kuabadikan selalu
warna-warni lembar kenang bersamanya
dalam arsip hatiku
arsip pelangi hidupku
Anggrek 2, 6 Desember 2010 (20.01 WIB)
Created by: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar