Senin, 23 Mei 2011

Rinai Gerimis Air Mata Lara


Kubasuh bahu malam buta
dengan rinai gerimis air mata lara
yang lunglai berjatuhan
setelah sekian waktu tertahan

Luruhlah sudah gumpalan awan pilu
tak lagi berselimut kabut hamparan langit kalbu
meski gulita belumlah sempurna menyirna
setidaknya setitik sinar kedamaian kurasa

Harapku terbunuh tanpa hunjaman sembilu
bahwa kan kau suguhkan bahumu
tuk kusandarkan kepalaku
seraya merebah manja
bertukar rasa, berbagi cerita
melepas kerinduan di ujung lelah
hingga terbit cahaya mimpi, merekah indah

Anganku mati tanpa tusukan belati
bahwa kan kau ninabobokan segalaku malam ini
di hangat pelukmu
di erat dekapmu
hingga terlelap segenap jiwa-raga kita
sampai aura bugar fajar menjelma

Ruang Gulita Penuh Gulana, 13 Mei 2011 (03.57 WIB)
Created by: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar