Rinduku kian menderu drastis
bertubrukan dengan syahdunya irama rinai gerimis
sebabkan mataku hanyut dalam haru biru tangis
menenggelamkan segala gulana yang perih mengiris
Adakah di sana arus rindumu pun deras mengalir?
menuju muara hatiku hingga terendam, banjir
Adakah malam ini wajahku terpahat di memori hatimu?
sebagaimana namamu termaktub indah di lembar pelangi benakku
Pelataran Biru Rindu, 6 Mei 2011 (19.43 WIB)
Created by: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar