Minggu, 22 Mei 2011

Semenjak Lukisan Wajahmu Menggantung di Dinding Sukmaku

Awalnya, ruang ini
hampa udara rasa
namun,
semenjak kau kuak perlahan
daun pintunya
semilir angin cinta laun merasuk
membelai helai-helai hening
panjang menjuntai
menampar senyap
yang termangu
di sudut kalbu
berdebu pilu

Awalnya, ruang ini
hampa cahaya cinta
hanya gelap
menjamah manja
hanya pengap
mencumbu mesra
namun,
semenjak kau singkap lembut
tirai jendelanya
cercah-cercah cahaya cinta bertaburan
dan kilau-kilau rindu pun
bergelantung riang

Awalnya, ruang ini
hampa pesona rindu
namun,
semenjak kau benahi rapih seisinya
kau bersemayam
menetap di dalamnya
ruang yang semrawut-acakadut bentuknya ini
menjelma bak istana megah
teramat indah
di kerajaan sukma
lahirkan selaksa pesona rindu
di relung kalbu sang ratu

Awalnya, ruang ini
hampa pemandangan
hanya hamparan dinding polos
tampak
hanya hamparan lantai polos
berserak
tiada sesuatu
jadikan semarak
namun,
semenjak kau menjadi sang raja
di istana sukma
lukisan-lukisan indah wajahmu
menjadi hiasan terelok
pahatan-pahatan alphabet
yang membentuk namamu
menjadi aksesoris termanis

Kini,
ruang ini
berlimpah udara rasa
bertabur cahaya cinta
bergelimang pesona rindu
berserak pemandangan rupawan
semenjak di dinding sukmaku
menggantung lukisan wajahmu
pun pahatan indah namamu

Anggrek 2, 5 Desember 2010 (18.51 WIB)
Created by: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar