"Tanpa kugesek sedikit pun
senar biola jiwa ini tiada henti
bergetar hebat, dahsyat
mengundang desir lembut khayal dan angan
serupa nyanyian bahagia dedaunan
seirama senandung merdu kawanan burung
yang bertengger, berbaris manis
berderet membentuk barisan horizontal kemenangan
memijak dedahan dan reranting pohon rindu di taman kalbu"
bisik seorang gadis yang tengah merindu kekasihnya
kepada kerumunan burung asmara
yang tengah riang berdendang
pada dedahan dan reranting pohon delima
di beranda pelangi rumahnya.
Di Bawah Rindang Pohon Asmara, 10 Mei 2011 (23.27 WIB)
Created by: Em Jep
Tidak ada komentar:
Posting Komentar