meski kantuk menggelayut, kejam
pikirku melaju mundur pada masa silam
kala kudengar sejuknya petuah ayah yang kini tlah berlainan alam
Siapa yang mampu menerka?
berapa lama jatah kita menghirup udara dunia?
seribu tahunkah?
sedetik saja kah?
hanya Engkau Yang Maha Tahu, duhai Tuhanku
Ya Ilahi
rasanya terlalu cepat
Kau jemput ayah
ketika ku tengah lengah
mengingat Izrail
saat ku jauh terbentang
dari wajah ayah
hingga tak sempat kumerasakan
hembus nafas penutupnya
Ya Robbi
balutlah rapuh hatiku
dengan selimut ketegaran
atas perpisahan dini memilukan
yang tak terduga ini
bungkuslah pedih-perih jiwaku
dengan busana keikhlasan
atas luka berai menyedihkan
yang tak terkira ini
Duhai Allahku
mohonku padaMu
alirkanlah selalu
tulus cinta-kasihMu pada ayahku
yang kini tlah berada di rengkuhMu
tempatkanlah ia
pada barisan hamba-hamba-Mu nan beruntung
dan harapku padaMu
di alam keabadian, kelak
Engkau persatukan kembali
keluargaku seutuhnya
dalam indah-megahnya firdausMu
Anggrek 2, 13 Januari 2011 (05.32 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar