membungkus paras angkasa malam
berarak penuh sorak
tak sabar hendak
menderaikan air kasih yang kian beriak
Gelegar petir asa pun
lantang berteriak-teriak
jadikan bumi hati dan seisinya
bergetar hebat dalam isak
Brrrrrrrrrrrrr…
Angin asmara membelai mesra
dedaunan rasa
meniup gemulai
derai-derai air kerinduan
dari langit sukma
Oh, lihatlah…
tataplah lekat
dari kaca jendela mata batinmu, duhai cinta
gerimis rindu
turun di malam rabu
Dan rasakanlah
dengan jantungmu
iramanya begitu sejuk
membasuh piluku
Dan teruslah tatap lekat
di sebalik tirai jendela hatimu
gemericik lembutnya
sungguh elok melenggok
Pastikan sesaat kemudian
menjelma hujan
hujan rindu yang deras
turun dari langit kalbu
Satu yang kudamba darimu, duhai sayang
catatlah dalam memori jiwamu
“hujan rindu di langit kalbuku
turun di malam rabu
nan berlumur haru
genangi bumi hatimu
sejukkan belantara pikirmu
sepanjang malam”
Terlelaplah engkau
dalam guyuran rinduku, duhai kasih
hanyutlah dalam indahnya samudera mimpi
sepanjang malam…
Selamat malam, sayangku, cintaku, kasihku…
Pulau Rindu, 14 Desember 2010 (19.37 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar