Senin, 23 Mei 2011

Kelembutan Jiwamu


Sesungguhnya,
terbuat dari apakah hatimu, duhai cinta
betapa kelembutannya
melebihi halusnya helai kain sutera
kukira, jiwa mana pun
yang sekilas bersentuh
dengan lembutnya jiwa kau punya
mungkin ia akan beroleh
nyaman dirasa
apalagi jiwa sesiapa
yang berlama bersenggama
dengan jiwamu, sekian masa
mungkin mereka
akan meraih selaksa
damai di dada

Sepertinya,
telah menyatu dengan aliran darahmu
jernih dan sucinya air kemuliaan
sejukkan setiap kerongkongan ruhani
yang merintih kehausan
ciptakan oase pada setiap batin nan tandus dan gersang
dahaga curah hujan iman

Tampaknya,
telah berpadu dengan denyut jantungmu
irama ketulusan nan sendu-merdu
hangatkan setiap kalbu
yang merindu cumbu Ilahi, dalam tangis haru
rekatkan keintiman pikir dan dzikir
pada Sang Pencipta langit biru

Alangkah santunnya
setiap tutur dan tingkah
yang kau selenggarakan
di hadap setiap penglihatan
yang menatap lekat
pun di balik sekat nan pekat
tak mengharap pamrih pun balas
yang sepadan
bersebab keikhlasan
tlah terpahat indah
di relung jiwamu, duhai malaikat

Sungguh, teramat rupawan
paras hatimu, duhai pangeran
bertabur binar cinta
yang memancar indah, menawan
tak pernah kudapati merahnya amarah membuncah
padamkan aura keramahan
meski hujaman cerca dan hina
kerap menikam jiwamu, tanpa alasan

Akankah selamanya bertahan
dalam kemanisan perangai
duhai jiwa penderma kesegaran
bak bulir-bulir embun yang berderai

Akankah selamanya bertahan
dalam kelezatan akhlak
duhai hati pemberi kehangatan
laksana mentari pagi yang ramah membelalak

Semoga saja
selamanya abadi
segala keindahan
yang tlah tersulam rapi
pada helai jiwamu
nan putih-suci

Semoga saja
selamanya kekal
segala keelokan
yang tlah kokoh terpintal
pada helai hatimu nan semerbak aroma bulgari
nan segar, kental

Ciputat, 21 Maret 2011 (04.34 WIB)
Created by: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar