Kuakui, memang kurasakan belumlah sebulat purnama
cinta di hatiku, untuk sebuah nama
namun, kuingin dia tahu bahwa
kian hari kian menggumpal rindu di dada
hendak mencakar puncak Himalaya
Apalagi bila sendiriku tengah menancap
memijak ruang remang cahaya berhiaskan senyap
semakin nyata terasa
semilir angin rindu merambat gontai
dihantar helai-helai dedaunan asmara
gemulai melambai-lambai
Adakah hati yang merindu bisa lelap terpejam?
sementara bara birunya tak jua memudar, padam
Adakah jiwa yang dihantam kesunyian bisa nyenyak tertidur?
sementara kelebat-kelebat bayang wajah cinta tak jua beranjak, kabur
Pembaringan Rindu, 5 Mei 2011 (02.35 WIB)
Created by: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar