mencengkram batinku
senyummu menjadi pendekar hati
saat rasa ngeri
menyergap jiwaku
senyummu menjadi malaikat kalbu
saat bulu kudukku
mendadak berdiri tegak
senyummu menjadi penina bobonya
saat jiwaragaku
menjerit histeris
senyummu menjadi penenangnya
saat hatiku
tergores sembilu pilu
senyummu menjadi pembalutnya
saat duka-lara
memberontak dalam benak
senyummu menjadi panglima tangguhnya
Senyumlah, duhai sayangku
iringi setiap hela nafasku
senyumlah, duhai cintaku
ikuti haluan langkahku
Senyumlah, selalu
aku haus senyummu
senyumlah, selalu
aku butuh senyummu
sayangku, cintaku
Ciputat, 30 Oktober 2010 (21.46 WIB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar