Tak kusangka
di saat krisis keyakinan melanda pikir
atas langkanya
kebeningan cinta yang terukir
pada dinding jiwa
bercatkan ketulusan
masih kutemu gelimang keikhlasan
dalam sekerat hati
beraroma harum bulgari
Tak kuduga
di kala perbendaharaan rasa damai di kalbu
kian menyusut
karena kerapnya berbelanja pilu
di pasar derita
ternyata masih bisa ku beroleh
limpahan rasa simpati
pada sehelai jiwa
yang terpintal dari benang-benang kemuliaan
Tak kukira
ketika badai kebohongan dan pengkhianatan
bertubi-tubi menerjang istana cinta
karena pasangnya ombak godaan
kerap menyeret binar retina
terhanyut dalam derasnya arus-arus pesona
lincah melambai-lambai
masih kudapati mungilnya bahtera cinta
yang terrakit dari balok-balok kejujuran
Kini, yakinku kembali membulat sebulat purnama
bahwa di antara kerumunan pendusta
yang selalu lihai mengobral imitasi kata
masih terselip secuil pencinta
tulus menawarkan kesungguhan rasa di jiwa
atas nama cinta putih tak bernoda
Ciputat, 17 Maret 2011 (02.26 WIB)
Created by: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar