Senin, 23 Mei 2011

Secawan Rindu Untukmu


Entah sudah berapa lama
bibir ini tak menderaikan bulir-bulir tawa
mengalirkannya deras menuju muara kemenangan
baru pagi ini, kembali bahak dan gelak meledak
membanting hening yang betah bergeming
menghidupkan irama bahagia mengalun mesra
membangunkan asa di pembaringan masa depan

Terima kasih, duhai sebuah nama penyirna gulana di jiwa
derasnya arus rindu dari palung sanubarimu
kureguk hangat-hangat, sepenuh nikmat
sebagai penghalau kemarau di pelataran hati

Dan terimalah olehmu, duhai pemilik sekerat hati berselai cinta
secawan rindu persembahan dariku
minumlah tanpa kau sisakan bulir terakhirnya
agar tak lagi kehausan kerongkongan ruhanimu
setelah dicekik teriknya sengatan bara nestapa

Belantara Biru Rindu, 6 Mei 2011
Created by: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar