terbentur dua temperatur
selimut pun kusambar
teriknya suhu semakin menjulur
piyama pun kulempar
dinginnya hawa semakin berlumur
terbakar aku terbakar
dilumat lembab yang mengguyur
menggigil aku menggigil, gentar
dijilat sengat yang mengucur
terseok segalaku membenam sadar
menelurkan mimpi di bawah dengkur
Serasa terpanggang di atas bara
hatiku perih, tersiksa
menahan panasnya bara lara
kian merah menyala
Seiring sengat
dahsyat menyayat
jiwaku keram, linu berat
mengunyah angin resah, yang kian merambat
Pada cermin jiwa
kusaksikan diriku meronta
ternyata oh ternyata
aku terjangkit demam cinta
demam yang aneh tapi nyata
memompa peluh bahagia
melelehkan uap rasa
di angkasa
Karawang, 18 Desember 2010 (02.32 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar