Maafkan aku, sayangku
semalam tak mampu
semalam tak mampu
kukembangkan kuncup senyumku
bersebab gelegar galau
bersebab gelegar galau
menyambar kejam jiwaku
hingga terjengkang segalaku
hingga terjengkang segalaku
terdampar
di atas hampar belukar tangis pilu
Maafkan aku, cintaku
malam minggu kita
Maafkan aku, cintaku
malam minggu kita
jadi hampa kehangatan
karena hatiku berlama
karena hatiku berlama
terpasung dalam kebekuan
di antara percikan-percikan lipurmu
di antara percikan-percikan lipurmu
yang kau limpahkan
Maafkan aku, kasihku
manisnya senyum
Maafkan aku, kasihku
manisnya senyum
kau beri semalam
hanya berbalas diam bibirku
hanya berbalas diam bibirku
terbungkam
seiring bara ceriaku
seiring bara ceriaku
nyaris padam
tertiup angin gelisah
tertiup angin gelisah
menghantam
Maafkan aku, sayangku, cintaku, kasihku
gumpalan awan pekat
Maafkan aku, sayangku, cintaku, kasihku
gumpalan awan pekat
tlah menyekat
indahnya kerlip gemintang mengkilat
indahnya kerlip gemintang mengkilat
di hatimu
dari binar mata hatiku
dari binar mata hatiku
tiba-tiba tersumbat
serbuk-serbuk risau
serbuk-serbuk risau
beterbangan
lantas mendarat
pada kelopak jiwaku
pada kelopak jiwaku
hingga perih
seolah tersayat
sembilan sembilu
sembilan sembilu
berkarat
Sayangku, cintaku, kasihku
terima kasih kuucap
terima kasih kuucap
atas cerahnya warna-warni
cahaya rindu
selalu menghias indah
selalu menghias indah
angkasa pikirku
harapku, semoga cuaca langit kalbu kita
harapku, semoga cuaca langit kalbu kita
selalu membiru
meski sinar mentari
meski sinar mentari
tengah meredup, sayu
walau rembulan malam
walau rembulan malam
tengah bersedih
termangu pilu
Ciputat, 30 Januari 2011 (09.42 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar