Senin, 23 Mei 2011

Aku adalah Mawar Mekar Segar Berbinar


Aku adalah Mawar Mekar
sahabat karib kelelawar
pecandu cumbu-rayu angin malam
pemangsa hening suasana
pelumat derai tangis langit yang merana

Aku adalah Mawar Segar
pengecup kening rembulan yang bersinar
pada tulus balasan kecup mesranya,
kerap kucecap lahap senyap
yang terhidang
kenyang sudah jiwa ini menelan kukusan sunyi
yang matang
tak jemu kureguk sejuk
bulir-bulir damai yang berderai
puas sudah batin ini meminum tetesan
ketenangan dalam cawan hujan

Aku adalah Mawar Berbinar
pendekap hangat kejora yang berpijar
pada ramah aura kedip genitnya,
kucoba pelihara setia di dada
sekian masa
atas cinta yang ia titip di rumah hatiku
berharap ia pun tak lupa
dengan ikrar suci itu
tuk bermukim selamanya
di istana kalbuku

Aku adalah Mawar Mekar Segar Berbinar
yang selalu ingin tampak bugar
meski terik menampar-nampar
kala mentari tersenyum terlalu lebar

Aku adalah Mawar Mekar Segar Berbinar
yang selalu ingin terlihat tegar
walau halilintar menyambar-nyambar
dalam jerit dahsyat, menggelegar

Ciputat, 19 Maret 2011 (03.52 WIB)
Created by: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar