Senin, 23 Mei 2011

Sebaris Do'a Cinta pada Purnama Pertama


Sayangku
kau tahu...
semenjak kau terlahir
di rahim duniaku
laba-laba kesunyian
yang betah bersarang
di sudut-sudut hatiku
perlahan beranjak
tak sisakan jejak

Sayangku
kau tahu..
betapa kelahiranmu
di semesta jiwaku
menyapu bersih serbuk-serbuk pilu
yang menghampar tebal
selimuti birunya kalbu

Sayangku
kau tahu...
alangkah hangatnya relung sanubari
berselimut bahagia
yang tulus kau beri
di 5 Januari
cerah berseri
pudarkan gigil hati
yang tiada terperi

Sayangku
kau tahu...
sungguh, aku tersedu haru
kala kuingat
mula kita bertubruk dan berpeluk
syair rindu
di kelunya malam Rabu itu
hingga bibirku membisu
dalam riuhnya sorak di kalbu
  
Sayangku
kau tahu...
setiap kali benak ini berlabuh
pada wajah lembutmu
tiada sesuatu
tampak di pelupuk pandang sayuku
kecuali indahnya binar
pada kuntum-kuntum senyummu
selalu bermekar
hiasi dan harumkan
barisan siang-malamku

Sayangku
kau tahu...
tak terasa, genap satu purnama
kita hidup berdampingan
di bawah naungan cinta
teduh, menghangatkan

Sayangku
kau tahu...
dalam khusyuknya
simpuh-sembahku pada-Nya
sebaris do'a kupanjat
sepenuh khidmat
semoga kita senantiasa terhindar
dari kencangnya terjang
badai prahara
yang acap kali menghadang
mengguncang singgasana asmara
yang kita huni berdua
semoga rahmat-Nya
tak pernah berhenti mengalir
hujani bumi cinta kita
yang kita pijak bersama
sampai tiba masanya
kita bersemayam selamanya
di surga cinta-Nya
setelah sebelumnya kita
puas mencecap dan menyantap
lezat dan nikmatnya
bermacam hidangan surga-dunia
yang Dia sajikan tuk kita berdua

Ciputat, 5 Februari 2011 (11.40 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar