iba-tiba kudapati tubuh bumi kejang-kejang
seisinya beterbangan bak layang-layang
ening pun mendadak kejam menyerang
buramkan sepasang pandang
yang semula benderang
Sesungguhnya apa yang tengah terjadi?
mengapa tiba-tiba kolong langit energik menari-nari
seiring petikan dawai misteri
merobek lembar-lembar sunyi
di bibir hari
Sesungguhnya apa yang tengah berlangsung?
mengapa tiba-tiba jagad raya histeris meraung
mengejutkan jantung-jantung
mengagetkan jiwa-jiwa tercenung
menyaksikan ambruknya deret gedung dan gunung
menatap runtuhnya barisan rumah, tak terhitung
melihat tumbangnya pepohonan yang pilu bersenandung
Kepanikan dan kengerian mencipta segunung bingung
Pada benak semua makhluk hidup yang terpasung
Oh, serasa tak percaya bahwa ini adalah fakta
yang begitu nyata
seolah tak yakin bahwa ini adalah tragedi
yang benar-benar terjadi
Dan benar saja, ini bukanlah bencana ril
Terima kasih duhai Allahku Maha Adil
Ternyata ayat-ayat suci yang terlantun syahdu
dari bibir ibunda tercintaku
menggugah semua panca inderaku
menghentikan tiba-tiba, perjalanan panjangku
yang demikian menyeramkan dan mengerikan, bagiku
di alam bawah sadarku
di alam mimpiku
Gempaaaaaaaaaa, oh gempaaaaaaaa…
Baru saja gempa melanda kejam, bumi mimpiku
dalam bekunya malam
baru saja gempa porak-porandakan semesta mimpiku
dalam demamnya malam
Karawang, 18 Desember 2010 (02.42 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar