di bahu malam
perlahan jiwa pun terjengkang, menelungkup
berdebam
runtuhlah ketangguhan
penopang kerapuhan
tinggallah ketidakberdayaan
merebah manja
membekam sukma
Ketika awan risau pun berarak
terlalu semangat
di bahu malam
laun hati pun terhenyak
tertimbun pekat
kelam, menghitam
meneballah mendung
bergelantung
di atasnya
lenyaplah rona
senyum pun mati
tak lagi gelayuti
bibir sanubari
Kini…
terdamparlah aku, lunglai
di atas tikar kegalauan
terkapar lemah
di bawah langit kerisauan
Kepada bahu malam
lirih kumemelas sepotong harap
“bolehkah sejenak saja
kupinjam bahumu, duhai malam?”
sekedar tuk kubersandar sebentar
menghalau galau-risau
membunuh rapuh
memecat pucat
dalam diriku dan segalaku
Anggrek 2, 11 Desember 2010 (03.13 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar