Minggu, 22 Mei 2011

Kupinjam Bahu Malam

Ketika semilir galau kencang bertiup
di bahu malam
perlahan jiwa pun terjengkang, menelungkup
berdebam
runtuhlah ketangguhan
penopang kerapuhan
tinggallah ketidakberdayaan
merebah manja
membekam sukma

Ketika awan risau pun berarak
terlalu semangat
di bahu malam
laun hati pun terhenyak
tertimbun pekat
kelam, menghitam
meneballah mendung
bergelantung
di atasnya
lenyaplah rona
senyum pun mati
tak lagi gelayuti
bibir sanubari

Kini…
terdamparlah aku, lunglai
di atas tikar kegalauan
terkapar lemah
di bawah langit kerisauan

Kepada bahu malam
lirih kumemelas sepotong harap
“bolehkah sejenak saja
kupinjam  bahumu, duhai malam?”
sekedar tuk kubersandar sebentar
menghalau galau-risau
membunuh rapuh
memecat pucat
dalam diriku dan segalaku

Anggrek 2, 11 Desember 2010 (03.13 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar