hingga kubiarkan bibirku terbungkam
tak sepotong kata kubisikkan pada alam
bersebab lidahku kelu, keram
tertikam sembilu rasa, tajam
Bukannya tak berpadu ria
bermacam partikel suara
di lubuk kalbu
mengalun merdu
Justru karena bisingnya
puing-puing deru melaju
jelajahi gersang padang jiwa
berdebu pilu
Entah sudah berapa lama kumenyengaja
tak melumat lautan keramaian dunia
tiada kusisihkan sekejap saja
selami eloknya panorama
penuh corak, penuh warna
Bukannya tak terpikat
berjuta pesona indah, mengkilat
pun semerbak aroma, nikmat
dan syahdu irama, khidmat
Justru karena di dalam dada
bermacam bebunyian dan nada
begitu riuh, membahana
gaduh, menggema
beradu kelengkingan dalam jerit
tuk gapai kerlip-kerlip genit
gemintang di langit
Tak mengerti
tiba-tiba lisan ini
seolah gentar
tersambar
ringkih hati, gemetar
Tak mengerti
tiba-tiba lidah ini
seakan pincang
diterjang amuk jiwa, kencang
Sesungguhnya, dalam kebisuan
aku berteriak, lantang
mengalahkan dahsyatnya erangan
halilintar mengguncang langit petang
Sesungguhnya, dalam diam
aku menjerit, histeris
melebihi auman harimau pecahkan sunyi malam
usai berpamitnya gerimis
Entah sampai kapan riuh dan gemuruh
di relung hati
akan luruh
berlari
Entah sampai kapan pengang
di jdasar iwa ini
akan hengkang
pergi
Sejujurnya
kuingin semua gelegar
di langit hati ini, sirna
memudar
Karena
ku t’lah merindu sua renyah
dengan wajah-wajah sumringah
teman dan sahabat semua
pengobar merah gairah hidup
saat-saat api semangat meredup
Sejujurnya
ku t’lah merindu bincang empuk
dengan teman dan sahabat semua
penyirna suntuk
saat-saat diri ini terpuruk
Karena itu
sebaris, bahkan selembar do’a hangat
kudamba dari semua teman dan sahabat
berharap segera ambruk
pilu di kalbu, yang berkecamuk
berharap segera luntur
galau di hati, yang mengguntur
Ku mohon pada teman dan sahabat semua
sepenuh harap, sepenuh damba
gerimis bahkan hujan do’a
deras mengalir, senantiasa
dari tulus dan beningnya
langit hati sanak-saudara
pun handai taulan
seiman dan seperjuangan
menuju ridha Tuhan
Semoga hati dan jiwa kalian berkenan
tuk saling ikhlas mendo’akan
Pembaringan yang Hening, 14 Desember 2010 (16.00 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar