menghempas diri ini perlahan, setengah terpejam
menyiulkan pembaringan empuk malam
di bawah temaram pijar bohlam
laun segenap panca inderaku terbenam
terbius kudus do’a malaikat malam
tiba-tiba jemariku tergenggam
lembutnya selembar telapak tangan
seiring senyum hangat rembulan
ia memandu gontai langkah kakiku, pelan
mengarah satu tempat berhiaskan warna-warni bebungaan
bermandikan harum multi aroma, manjakan pernapasan
"Tempat apa ini, aduhai indah nian",
gumamku penuh takjub dan heran
dengan sumringah, sesosok pemuda berjiwa rupawan
mekarkan katup bibirnya, perlahan
seraya bertutur sedemikian santun dan sopan
"ini adalah taman hati kita, duhai bidadari
penghuni surga hati
di masa yang jauh, di sini
kita pernah bersama lewati barisan hari
tak benar adanya jika kau terka aku tinggalkanmu pergi
sebab aku hanya ingin memberimu kejapan waktu yang berarti
tuk kau bisa reguk anggur ilmu, penyegar hati
berharap sederet angan pun dambamu nan suci
segera kau tuai, dini
seiring menghijaunya belantara pengetahuan yang kau tanami
pada masanya kelak, aku akan menjumpaimu lagi
di tempat yang tengah kita pijak ini
sebelum kita berpisah tuk beberapa kejap masa
kuingin kau genggam erat janjiku, tuk ku kembali menjelma
menyapa jiwa kau punya
menjaga hatimu sepanjang usia
sampai jumpa, duhai kekasih hati dan jiwa
kutitip separuh hatiku di hatimu agar kau jaga
untuk kemudian kita menemu lagi kebersamaan kita
di taman asmara beraroma bunga nirwana
hingga taman surga berwarna-warni bunga"
Usai menjawab tanyaku di dasar benak
secepat kilat, merdu suara-suara cinta itu pun beranjak
seiring bola mataku yang terperanjat, ditubruk gelap
syahidnya aliran listrik menyulap
keindahan-keindahan surgawi menjadi senyap
menyeret sunyi berlabuh
di taman mimpiku, mencari teduh
Anggrek 2, 26 Desember 2010 (20.33 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar