Senin, 23 Mei 2011

Selamat Tidur, Duhai Mawar


Di bawah benderang cahaya purnama
ingin kurebah manja letih raga
lenturkan tegang di jiwa
hirup oksigen rindu
dengan paru-paru kalbu
berharap melenyap, serbuk-serbuk pilu

Beralas hampar tikar
yang teranyam
dari bayang-bayang wajahmu
kuhempas perlahan remuk jasad ini
tuk kembali menabung energi
setelah sempat menipis
bahkan habis dilahap tangis

Berselimut helai kain beludru biru
yang tersulam
dari harum kembang-kembang senyummu
kubalut lembut gigil tubuh ini
demi menuai kembali hangat di badan
usai mencumbu bibir hujan

Selamat tidur
duhai Mawar, kekasih sejati hening malam
semoga saja
rekah senyum hangat malaikat berkelebat
menyapa senyapmu
pada nirwana mimpi
hingga kau temu
damai di hati
dan kau gapai binar bahagia itu
melingkar
sampai kembali warasmu
merangkul bugar fajar

Ciputat, 18 Maret 2011 (03.03 WIB)
Created by: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar