Minggu, 22 Mei 2011

Senyummu Melebihi Hangatnya Atmosfer Pagi

Sekian hari penat tak jengah
gerayangi benak
serasa berabad lamanya
ia mengendap di palung kalbu
tiada sejenak pun kucium harum
sekuntum senyum mekarmu
di siang pun malamku
di nyata pun mimpiku

Yang kutemu hanyalah sekat pekat
hijabi adamu dari adaku
beberapa saat
jadikan barisan hariku
hampa semangat
deretan malamku
tersendat
tuk gapai eloknya kerlip gemintang
memikat

Namun,
pagi ini
di bawah naungan langit pagi
tiba-tiba kudapati lagi
pesona senyummu
Seiring senyum hijau dedaunan
merindu tatap hangat mentari
serupa senyum dan dendang riang
burung-burung asmara
di dalam singgasananya

Tahukah engkau
duhai pemilik paras jiwa rupawan
sungguh, di mataku
senyummu teramat hangat
melebihi hangatnya atmosfer pagi
andai saja boleh kumendamba
ku ingin kuntum-kuntum senyummu
mekar setiap saat
harumkan taman sanubariku
saban waktu
andai saja boleh ku berangan
ku mau aroma semerbak senyummu abadi
lumuri kisahku sepanjang masa














Serambi Anggrek 2, 13 Desember 2010 (07.25 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar