Senin, 23 Mei 2011

Mawar Penyegar Fajar


Malam berjalan tergopoh
seolah mengejar yang tlah jauh berlari
bersama rinai gerimis
yang tak henti berderai
jelang fajar menepi
duduki singgasana pagi

Awal Maret basah kuyup
senyum mawar tak lagi mengatup
setelah sekian lama menguncup
menanti hujan cinta mengecup

Lihatlah…
bermekar sudah kuncup-kuncup  bahagia itu
segar aromanya
berbinar auranya
sekujur tubuh bumi mewangi
bermandikan air kemenangan
berlumur harum parfum firdausi
Hmmmmm…

Sejuknya udara pagi lembut merasuk
sesak di dada tak lagi kurasa
selapang Sahara Nainawa jiwaku lega
setelah sempitnya pikir menghimpit benak

Duhai malam…
terima kasih kuucap
untukmu yang tlah mengantarkanku
pada eloknya Taman Fajar bertabur pijar
berhiaskan rona molek berjajar
tuk kutatap hangat
kupandangi lekat
di antara sisa-sisa pekat
yang masih melingkar
mengitari sepasang bola kembar berbinar

Ciputat, 01 Maret 2011 (03.47 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar