dengan tangis kegalauan
namun lentik jemari kalbumu
menyeka lembut
bulir-bulir bening
yang menggenang
hanyutkan pipiku
hingga sembab di dua bola kembar berbinarku
mengering
Kau toreh pelangi rindu
di tepi senjaku
kau taburkan aroma bahagia
di ujung letihku
setelah energi lahir-batinku
kandas, terkuras
oleh sederet aktivitas
buat benakku memanas
Terima kasih, duhai cinta
atas lipur hangatmu hari ini
semoga kau takkan jengah
lumuri hatku
dengan tetes-tetes manis
madu rindumu
saban waktu
Ciputat, 10 Januari 2011 (18.28 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar