Minggu, 22 Mei 2011

Merombak Kembali Istana Hati yang Runtuh

Ketika badai perpisahan
menghadang area cintaku
tanpa aba-aba
terseretlah bangunan hatiku, paksa
terbawa arus kepedihan
deras mengalir
menuju muara keruh kehancuran

Hancur…
hancurlah ruang perasaanku, kini
tak lagi tampak kokoh, berdiri
apalagi megah
tak lagi terlihat indah
apalagi mewah
tinggallah puing-puingnya berserak
bergeletak
tak tentu letak

Ambruk…
semuanya ambruk
terhempas ganasnya terpaan
luka kehilangan
kian hari, kian menganga
serupa mulut buaya
siap menerkam mangsa

Runtuh…
semuanya runtuh tak bersisa
tersapu kencangnya
hembusan angin lara
kian hari, kian mendiaspora
jalari hampar lembab sukma

Dalam dekapan lekat bimbang
pikirku meradang
terhunus ragam bayang
reruntuhan lapak asa dan rasa, kian usang
menjadi arang
tertelan si jago hitam “ketiadaan”

Berbekal sisa daya
juga energi batin di dalam dada
kembali kucoba menata
merombak suasana
rumah jiwaku yang porak-poranda
hingga menjelma
istana hati bertabur pesona
berhiaskan kerlipan cahaya
gemintang asa dan rasa
bermandikan kilau bahagia
memancar hangat semangat
menaburi ambisi suci
di tengah-tengah deretan membundar
istana-istana fana dunia

Anggrek 2, 14 Desember 2010 (01.12 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar