Senin, 23 Mei 2011

Kaulah Pangeran Cinta Berjiwa Sutera

Kembara angin senja
terbangkanku ke angkasa maya
hempaskanku pada hamparan virtual cakrawala
indah megah berjuta pesona
kejutkan binar dua bola mata jiwa
Kudapati kemuning mentari
kian menjingga
temaram sinarnya
mengundang tentram
hangatkan bekunya pandang batin
tersekap dalam freezer kegundahan
Tak terasa…
teduhnya jingga
laun menyirna
seiring laju kencang sang petang
bibir malam tampak menganga
melahap gelap
perlahan merayap
Senyum mekar mentari
mulai menguncup
aura molek rembulan
siap menjelma
rona genit gemintang pun siaga
menyumbang terang
hiasi paras malam
kelam mencekam
Wajah hatiku turut benderang
sebagaimana binar muka semesta
terlihat begitu riang
dalam bening kaca mata jiwa
luas menerawang
Lembut paru-paru malam
hembuskan nafas kemenangan
selembut nadi sanubari
nan lunglai berdenyut
terhipnotis mantera cinta sesosok pemuda
dalam senda-gurau memukau
luruhkan lava risau-galau
Siapakah engkau adanya
duhai penyulap lara jadi bahagia?
siapakah engkau adanya
duhai pengubah isak jadi bahak?
Tiba-tiba saja
dalam canda kita
deras mengalir syair cinta
dalam gurau kita
lembut merambat angin rindu
Santun tuturmu
damaikan riuh gelisahku
ramah sapamu
tenangkan amuk piluku
sungguh, elok nian tingkah hatimu
alangkah rupawan perangai jiwamu
Bila kau restuiku
tuk memandang,
di mataku, memancar
pendar dirimu begitu cemerlang
bagiku, kau laksana
pangeran tampan bersahaja
berjiwa lembut selembut sutera
di antara berlimpah pangeran gagah
berjiwa angkuh, pongah
Ciputat, 7 Januari 2011 (03.39 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar