Sayangku, tahukah kamu
Sunggh, hatiku berselimut haru
di kala kau ungkap begitu tulus dan syahdu
kata cinta berlapis rindu
pun bisik sayang dari bilik kalbu
saat kau ucap lirih, menderu
Bukannya aku pamer, apalagi takabbur
sekian kumbang mencoba hinggapi putik jiwaku di masa subur
namun tiada satu pun pesona mereka buatku tergiur
padahal mereka kerap tulus melipur
bahkan ikhlas menghibur
saat-saat jiwaku kuyup, tercebur
dalam sumur gundah, pekat, berlumpur
Namun, setiap bibirmu mengantarkan pesan rindu dan cinta, serentak
yang tersirat pun tersurat dalam lembar putih benak
hatiku mendadak kelu dalam riuhnya sorak
jiwaku pun terdiam dalam lantangnya teriak
memungut keping-keping bahagia berserak
Kemenangan hatiku berlimpah ruah
ketika gerimis do’a cinta membuncah
dalam tengadah sucimu kepada Yang Maha Pemurah
usai kau tunai simpuh-sembah
di kaki malam basah
terguyur tangis haru yang tumpah
Kau bisikkan pada telinga jiwaku sepenuh hangat
harap-dambamu teramat kuat
enggan lagi mencicip luka sayat
bersebab raibnya cintamu terdahulu, setelah sempat kau jaga dan kau rawat
tak terselamatkan, terhempas di lain pelukan, yang lebih hangat, memikat
Begitu pun denganku, sayang
betapa ku rasa sudah teramat kenyang
mencecap luka kehilangan seseorang
yang kucinta dan kusayang
Mohonku pada Tuhan kita Yang Satu
Yang Maha Mencinta dan Menyayang
kau lah penghuni terakhir istana hatiku
yang dulu kerap diterjang
badai-badai nestapa menghadang
Harapku pada Yang Maha Pemberi Rahmat
semoga cinta kita bukanlah cinta sesaat
lezatnya hanya sekelebat kilat
tetapi inilah munajat suci yang kupanjat
semoga cinta kita cinta abadi dunia-akhirat
nikmatnya sepanjang hayat
Ciputat, 31 Januari 2011 (09.35 WIB)
Created By: Em Je
Tidak ada komentar:
Posting Komentar