Senin, 23 Mei 2011

Pada Secangkir Kopi dan Segelas Susu


Pada secangkir kopi
yang kuseruput lembut di bibir hari
kutemu wajahmu berpendar
laksana rembulan
menebar sinar
begitu rupawan
memancar binar-binar kerinduan
berkilauan
bundar melingkar
di ujung fajar
serupa mentari
merindu setengah mati
menyalami hangat telapak hari
memeluk erat tubuh bumi

Dan pada segelas susu
yang kureguk hangat-hangat kuku
kulihat kelopak senyummu
mengembang, legit
menengadah ke angkasa biru
seumpama balon jiwa membuncit
dipompa angin rindu
menyapu bersih debu-debu pilu
jauh melayang
tak sisakan setapak jejak pandang
tuk mengemasnya dalam kenang
lalu kusaksikan
alangkah rupawan
ronanya berseri
di antara ilalang dan rerumputan
nan lunglai menari-nari
auranya membuncah
merekah indah
bak kuncup mawar merah
dilumat embun pagi, ramah
hingga basah
berlumur gairah
pertebal munajah
kepada-Nya Yang Maha Pemurah
mengharap kasih dan rahmah
senantiasa melimpah ruah
thuula hayah
di dunia pun alam barzah
tuk kemudian menghirup ra'ihah jannah

Ciputat, 11 April 2011 (09.21 WIB)
Created By: Em Je

Tidak ada komentar:

Posting Komentar